Rahasia Restrukturisasi Usaha Mikro Kunci Bersaing Di Era MEA – SOLUSI POKER

Usaha mikro, kecil, dan menengah mesti menggerakkan restrukturisasi usaha untuk menjamin daya saing dan efisiensi usahanya. Kementerian Koperasi dan UKM menilai usaha mikro dan kecil belum menggerakkan restrukturisasi usaha dengan sistem benar supaya rentan terhadap fluktuasi usaha.

Pembantu Deputi Pemetaan Kondisi dan Kans Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Wardoyo mengatakan, lebih dari satu UMKM tanpa disadari menggerakkan restrukturisasi usaha dengan mengkoreksi manajemennya. Hanya, pelaku usaha mikro dan kecil menggerakkan restrukturisasi usaha secara insting saja tanpa Mengenakan sistem yang benar.

“Seandainya manajemen usaha menengah relatif lebih bagus. Sementara usaha besar telah menggerakkan restrukturisasi terus-menerus. Ketika produknya belum berdaya saing, mereka menggerakkan restrukturisasi, apakah manajemennya, karyawannya kebanyakan, atau karyawannya kurang memiliki daya saing juga supaya mengolah menjadi mahal dan sebagainya. Seandainya mestinya tersedia evaluasi daya kerjanya,” ujar Wardoyo.

Dia menjelaskan, restrukturisasi usaha tidak cuma ditunaikan oleh UMKM yang mengalami penurunan usaha atau usaha yang terkena petaka alam. Berdasarkan ia, restrukturisasi mestinya ditunaikan berkesinambungan supaya daya kerja UKM lebih bagus supaya sanggup berkompetisi.

“Restrukturisasi itu meniru pertumbuhan usahanya. Sebab pergantian yang semacam itu kencang, maka mestinya dinilai daya kerjanya. Yang kurang efisien dan tidak bagus di pasar, berarti mestinya tersedia yang diubah, direstrukturisasi,” kata Wardoyo.

Sebagai model, kata Wardoyo, rendahnya respons pasar terhadap sebuah produk barangkali pelaku mematok harga lebih tinggi dikarenakan tarif mengolah terlampau besar. Apalagi, di tengah persaingan pasar yang makin ketat dengan ada MEA, Indonesia dibanjiri produk impor yang lebih bagus dan murah.

“Semacam tersedia produk impor yang bagus dan murah, lantas kami masuk ke pasar, harganya kemahalan atau kualitasnya yang tidak sama dengan saingan. Seandainya mestinya dinilai dan diperbaiki melalui restrukturisasi usaha,” sebut Wardoyo.

Dalam implementasinya, pihaknya menyiapkan sistem early warning system berbentuk aplikasi untuk mendeteksi problem UKM untuk mempermudah pengerjaan pendampingan usaha. Dari hasil deteksi dini itu, pihaknya dapat menyiapkan skema restrukturisasi yang ideal untuk setiap UMKM.

“Skema itu meniru atau mengatur dengan problem yang ada. Seandainya terkait pinjaman yang macet, pasti mestinya kami siapkan skemanya untuk restrukturisasi utang. Seandainya minta dimediasi, kami sanggup tolong mediasi dengan perbankan. Ketika, kewenangan apakah suku bunganya diwariskan, suku bunga digabung pokok, itu kewenangan bank,” tuturnya.

ini, ungkap Wardoyo, bantuan mediasi yang telah ditunaikan bagi pelaku UKM yang terkena petaka sampai terindikasi kreditnya dapat macet. Mereka dibantu mediasi dengan bank supaya mendapat keringanan, kalau perpanjangan kala pembayaran.

Author: info

Leave a Reply

Your email address will not be published.